CARA MEMBUAT KURSI ROTAN YANG BERKUALITAS
Saat ini kursi yang berbahan dasar dari rotan mengalami kenaikan permintaan baik itu dari pasar lokal maupun pasar export atau bisa di katakan mengalami siklus booming setelah sebelumnya trend pasar lebih cenderung memakai bahan baku rotan sintetis dengan menggunakan bahan rangka alumunium. Untuk furniture rotan berbahan baku natural ini secara harga memang lebih cenderung mahal di bandingkan dengan bahan baku kayu di karenakan tingkat kerumitan dalam proses pembuatannya. Mengenai perawatan sendiri lebih cenderung agak mudah dan cukup tahan lama.
Dalam proses pembuatan furniture rotan ini di butuhkan beberapa alat penunjang seperti, alat paku tembak, staples paku, alat pembengkok, gergaji, alat bor, dan gunting rotan yang kesemua alat tersebut sangat mudah di dapatkan. Sementara bahan baku utama nya adalah rotan batang dan rotan kor.
Tahapan pertama dalam pembuatan kursi rotan ini adalah melakukan proses steaming bahan rotan, proses steaming sendiri merupakan proses penguapan rotan dengan tujuan bahan baku tersebut menjadi mudah saat proses pembengkokan.
Tahapan kedua adalah proses bending, proses ini merupakan proses pembengkokan, yang terdiri dari dua fase yaitu dilakukan setelah proses steaming dan yang kedua nya ketika proses pembentukan lekukan dasar dari model kursi yang akan di buat. Alat yang di gunakan untuk tahap proses kedua ini adalah catok yang terbuat dari bahan kayu, dan biasanya pada proses pencatokan ini di bantu juga dengan memanaskan pada bagian tertentu dengan api agar mempermudah proses pembengkokan
Tahapan ketiga merupakan tahapan perakitan kursi rotan, yaitu merupakan tahapan merakit bagian bagian rotan membentuk modelyang diinginkan atau mengikuti desain yang sudah di tetapkan. Tahap ini di lakukan dengan memaku memakai screw dan pada bagian bagian tertentu di lakukan proses pengikatan menggunakan bahan tali dari rotan atau kita sebut lessio
Tahapan ke empat merupakan proses pendekoran, proses ini merupakan proses menghias bagian bagian tertentu untuk menambah keindahan model yang diinginkan menggunakan rotan dengan ukuran 8-10mm, atau pada tahapan ini di lakukan juga proses pengayaman baik itu dengan menggunakan bahan baku rotan , banana, ataupun eceng gondok.
Tahap terakhir adalah proses pengecatan atau kita katakan prose finishing, dan proses ini akan di jelaskan pada artikel berikutnya, termasuk tahapan tahapan yang di lalui. tahapan ini mencapai tahap pembungkusan sehingga furniture rotan siap untuk di pasarkan atau di distribusikan kepada pembeli atau customer.
Comments
Post a Comment