KONTAINER LANGKA, BIAYA KAPAL TINGGI, EXPORT ROTAN TERKENA IMBAS
Sudah beberapa saat ini beberapa pelaku usaha yang berkaitan dengan industri khusus nya industri furniture mengeluhkan akan kelangkaan kontainer untuk mengirim pesanan barang dari para customernya. Hal ini diperparah dengan waktu mendekati hari natal dan tahun baru. Bahkan kelangkaan ini di rasakan mulai bulan september dengan di tunjukkan dengan kenaikan biaya kirim kapal dari satu negara ke negara lain.
Umumnya pada bulan bulan oktober sampai desember merupakan peak season bagi industry rattan dengan melimpahnya permintaan dari berbagai negara untuk kebutuhan natal dan tahun baru akan tetapi hal itu tidak begitu di rasakan oleh banyak perusahaan di cirebon maupun di kota lainnya yang berbasis dari industi kayu dan rotan.
Untuk tujuan eropa dan amerika untuk kelangkaan ini di iringi dengan biaya kapal yang sangat tinggi, untuk beberapa bulan yang lalu rates kapal masih di kisaran $4.000,00 an saat ini sudah mencapai $23.000,00 yang sudah sangat jelas sangat berpengaruh pada permintaan barang dari berbagai negara. Hanya beberapa customer saja yang memang sudah terlanjur dengan kontrak mengirimkan barang dan tidak sedikit pula yang akhirnya menyimpan barang nya di gudang untuk waktu pengiriman yang belum di tentukan dan akibatnya banyak dari beberapa pelaku industri rotan di cirebon yang mengalami ketidakstabilan cash flow.
mengutip dari berita kompas.com mengenai kelangkaan kontainer ada beberapa hal yang di lakukan pemerintah, Kelangkaan kontainer membuat Kementerian Perdagangan ikut turun tangan dengan menjalin kerja sama dengan banyak pihak, seperti Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia, serta operator pelayaran jalur utama (main line operator/MLO). “Kemendag dan Kadin telah beberapa kali mengadakan pertemuan untuk menjembatani dan memberikan terobosan agar masalah ekspor bisa ditangani. Masalah kelangkaan peti kemas atau kontainer menjadi masalah yang serius,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan tertulis, Jumat (1/10/2021). Lutfi mengungkapkan, Indonesia kebanjiran order akibat adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Ini menyebabkan perlunya solusi cepat mengatasi minimnya kontainer. Hal ini bisa dimanfaatkan terutama untuk industri elektronik, alas kaki, garmen, dan furniture
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mendag: Kelangkaan Kontainer Jadi Masalah yang Serius", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/10/01/210000426/mendag--kelangkaan-kontainer-jadi-masalah-yang-serius.
Kelangkaan kontainer ini pelaku usaha industry rotan bisa segera di atasi dengan kerjasama berbagai pihak sehingga supply dan demand kebutuhan barang baik itu furniture maupun lainnya bisa kembali normal.
Comments
Post a Comment